Me

Me

Minggu, 24 Juli 2011

Masih Simpati




Seribu topan menghadang di persimpangan
Coba remukkan ketetapan hati
Gigi-gigi kebuasan terbenam dalam daging dan belulang
Bermandikan darahku sendiri

Mataku menatap nanar ke sekeliling
Selaksa iblis
Semburkan bara dan bisa
Rupa mereka bagai padu kuda dan kalajengking
Dan sengat mereka adalah maut
Makhluk-makhluk aneh berkeliaran
Meringkik dan berdesis
Di jalan-jalan sepi
Bahkan di sudut-sudut hati
Yang menyepi dalam sepi

Dalam kesakitan
jiwaku berbisik pada bayangan diriku yang ketakutan
” Mereka mengintip nyawaku siang dan malam,
neraka mendambaku bagai sahabat lama”




Yah, sejak kecil kut’lah jadi incaran maut
Hari demi hari rohku terus saja berdarah-darah
Terlunta-lunta dalam selaksa pertempuran rohani tak terhindarkan
Seribu topan badai coba gulingkanku
Sekali lagi
Lagi
Terus
M’nerus
Hari demi hari

Setan-setan lapar dan menaruh dendam
Pada perjanjianku dengan Sang Anak Domba

Tapi
Saat ini
Aku tersenyum
Karena paham ...
Karena mengerti ...
Sang Bapa Segala Zaman
Masih sayang ...
dan menaruh
simpati padaku

(2009)

Selasa, 31 Mei 2011

Belajar Dengan Hati, Bisakah?




Sahabat terkasih dalam Kristus, masih ingatkah kamu ketika pertama kali belajar menaiki sepedamu, bukankah terasa ngeri? Bukankah terasa sakit ketika kamu terjatuh dan terjatuh lagi?

Tapi bukankah itu mengasyikkan? Lalu bandingkan itu dengan ketika kamu belajar matematika atau fisika. Weleh, weleh kamu-kamu semua pasti akan geleng-geleng kepala sambil mengernyitkan dahi. Yang ada dalam pikiran kamu pasti serentetan rumus-rumus sulit nan rumit. Kok bisa yah? Belajar yang satu menyenangkan tapi belajar yang lain terasa menyeramkan? Dimana bedanya. Ada tidak cara agar aktivitas belajar jadi terasa menyenangkan, Apakah Firman Tuhan punya solusi untuk hal itu? Yup,ada!

Pernah dengar ayat ini, Ulangan 11:18, “Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu”. Dan juga Ulangan 11:19, “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”. Ayat-ayat ini sebenarnya berkisar di seputar bagaimana Firman Tuhan itu diajarkan di bangsa Israel. Bagaimana supaya Firman Tuhan itu meresap dalam kehidupan mereka, dan agar mereka tidak akan pernah melupakan Firman itu. Serupa dengan belajar Firman Tuhan, maka cara belajar yang dahsyat dari hati ada 3, yaitu :

- Belajarlah untuk mencintai bukannya membenci. Ulangan 11:18, “Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu. Lihat bahwa dikatakan pertama-tama kita harus menaruh bahan pelajaran kita di dalam hati. Apa artinya ini? Ini bicara soal rasa suka. Jika kita sudah alergi dan benci terhadap sesuatu bagaimana kita bisa bertahan untuk menggelutinya? Misal, dalam bayangan kita matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan mengerikan, maka imej semacam itulah yang tertanam untuk seterusnya di dalam hati kita. Sehingga ketika guru matematika baru kelihatan hidungnya masuk kelas saja kita sudah keringat dingin. Hehe. Jadi, kalau kamu ingin menguasai suatu pelajaran atau keahlian tertentu, maka kamu harus belajar menyukainya terlebih dahulu.

- Belajarlah dengan praktek, bukan sekedar teori. “..kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu”. Apa maksudnya ini? Mengikatkan sebagai tanda pada tangan bukan berarti kalau kita mau ujian itu bikin kebetan alias contekan di tangan ya bukan itu. Maksudnya mengikatkan pada tangan dan lambang pada dahi berarti menjadikan hal-hal yang kita pelajari menjadi bagian dari hidup kita. Misalnya saja dalam pelajaran matematika dimana kita bisa mengukur tinggi segitiga dengan mengetahui panjang alas dan besar salah satu sudutnya. Rumit? Tapi coba kamu berpikir dengan cara lain. Bayangkan pohon jambu yang ada di pekarangan rumahmu itu. Bagaimana cara kamu mengukur tingginya? Ternyata mudah. Kamu nggak perlu manjat pohon itu sambil bawa-bawa meteran. Kamu cukup berdiri di suatu tempat, mengukur jarak kamu ke pohon, lalu tinggal ukur besar sudut pandangan kamu ke pohon itu, maka SIMSALABIM, kamu tahu berapa tinggi pohon itu. Menarik bukan? Ternyata matematika ada di pekarangan belakang rumahmu, dekat denganmu. Matematika bukanlah sesuatu yang abstrak. Ia nyata dalam hidupmu sehari-hari.

- Belajar = berlatih. Ulangan 11:19, “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”Ini artinya belajar itu harus dilakukan secara teratur dan berulang-ulang. Kita belajar dengan hati. Bukan karena mau nilai tinggi. Bukan karena sekedar melaksanakan kewajiban. Saat belajar dengan hati, kita termotivasi untuk sebanyak mungkin memahami apa yang kita pelajari. Kita tergerak untuk mencari berbagai informasi tambahan. Kita terus berlatih bahkan tanpa dikasih PR sama Bapak/Ibu guru. Seperti pepatah lama mengatakan, “Practice makes perfect”. Jadi mulai hari ini, belajarlah dengan hati. Sip deh.

(c)Pardamean Panjaitan

Rabu, 30 Maret 2011

Pardamean's Prime Equation

Ini adalah Rumus Bilangan Prima, Rumus Prima atau Persamaan Prima, atau Prime Equation, atau Prime Formula buatanku dengan Metode Jeda Bertingkat.

Silahkan klik gambar di bawah ini untuk memperbesarnya.





(c)2010

Senin, 28 Maret 2011

Seminar Pendidikan Kristen Terbesar Tahun Ini





I. Latar Belakang

Tugas seorang murid Kristus adalah menyampaikan kabar baik ke semua orang. Cara untuk menyampaikan kabar baik ada beberapa metode, salah satunya adalah melalui dunia pendidikan. Sekolah Kristen memegang peranan yang penting dalam menyampaikan terang Kristus melalui jalur ini, yang didalamnya terdiri dari guru-guru yang berhubungan langsung dengan murid. Selain itu sekolah Kristen punya interaksi dengan lembaga lain yang dapat menunjang proses penyampaian terang Kristus tersebut.
Sebagai lembaga yang dipanggil untuk menyampaikan kabar baik melalui literatur, maka BPK Gunung Mulia dan STT Bandung terpanggil untuk memberikan sumbangsihnya terhadap perkembangan dan mutu pendidikan Kristen di sekolah. Untuk itu kami terbeban untuk mengadakan acara Seminar Pendidikan Kristen dengan tema “The Role of Christian School in Becoming God’s Light” yang menjangkau seluruh guru Kristen se-JABODETABEK.

II. Tujuan Acara

1.Menjadikan sekolah-sekolah Kristen sebagai terang dalam pendidikan di Indonesia.
2.Sekolah Kristen memiliki keistimewaan dalam mengajarkan kasih dan karakter Kristus dalam konteks kemajemukan.
3.Menjadi berkat bagi bangsa melalui dunia pendidikan.


III. Kegiatan

Seminar Pendidikan Agama Kristen dengan tema : “ The Role of Christian School in Becoming God’s Light ”. Yang akan membahas tentang peran orang tua dalam pendidikan anak, serta peran sekolah-sekolah Kristen dalam dunia pendidikan.

IV. Pembicara

1. DR. Kevin Lawson
Director, Ph.D and Ed.D. Programs in Educational Studies, Talbot School of Theology,
Biola University USA
2 Agus Gunawan M.Th. Rektor STT Bandung



V. Waktu & Tempat
Hari/Tanggal : Sabtu, 16 April 2011
Pukul : 08.00 – 15.00 WIB
Tempat : Grand Chapel IPEKA International Christian School Meruya
Komplek Taman Meruya Ilir Blok K, Jakarta Barat
Target Peserta : 400 orang (Terdiri dari guru-guru, orang tua murid, praktisi pendidikan ataupun mereka yang terbeban dalam pelayanan anak dan remaja).


VI. Investasi Peserta

Investasi dari peserta @ Rp. 125.000,-
Peserta mendapatkan : seminar kit (goody bag, makalah, ballpoint, blocknote, satu buah buku best seller, Christian Religon Education, buku terjemahan tentang pendidikan terbitan BPK) + sertifikat, snack, coffee break, makan siang.


VII. Penawaran Paket Peserta.

Kami dari Panitia bermaksud menawarkan paket khusus bagi guru-guru.
Adapun bentuk penawaran kami adalah:

a.Paket 5 Gratis 1
Jika mendaftarkan 5 orang , mendapatkan tambahan 1 tempat gratis.
b.Paket untuk 50 s/d 100 Peserta.

Jika mendaftarkan minimal 50 peserta, hanya perlu membayar Rp. 100.000/ orang.

Logo instansi atau nama perusahaan akan dimasukkan kedalam materi promo.
Apabila ada hal-hal yang kurang jelas atau ingin didiskusikan lebih lanjut, silahkan hubungi kami di:

BPK Gunung Mulia
Alamat : Jl. Kwitang no 22 – 23 Jakarta 10420
Telp. 021-3901208 ext.126, Fax. 021-3901633. E-mail : promosi@bpkgm.com
Widie: 0812-1816427, Pardamean: 082111278484, Sylvana: 0899-9990089

Prosedur Pembayaran, transfer ke :
BCA Cab. Sudirman No. Rek: 035-307-4749 a.n : PT BPK Gunung Mulia
Bukti transfer mohon di fax ke: 021-3901633 (Up: Ibu Widie)

IX. Penyelenggara : BPK Gunung Mulia

Penanggung Jawab : Direksi BPK Gunung Mulia
Penasihat : Surya K. Sudjono, Petroes Soeryo, Yappy S
Ketua : Lili Irene Supit
Palar Gandhi Aya Sophia
Sekretaris : Widie M Toha.
Bendahara : Sylvana Mangastuti
Penggalangan Dana + Peserta : Pardamean Panjaitan
Sie Publikasi : Bagas
Sie Acara : Sriami + tim IPEKA
Glori
Stand & Penjualan : Agustinus
Konsumsi : Rambu + tim IPEKA
Penerima tamu : Sylvana Mangastuti + tim IPEKA
Transportasi : GA
Pelengkapan & Keamanan : tim IPEKA


X. Penutup.
Demikian proposal seminar ini kami sampaikan, semoga penawaran dan niat baik kami mendapat dukungan dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian. Atas perhatian, kerjasama serta segala bentuk dukungan yang diberikan, kami sampaikan terima kasih.


Jakarta, Maret 2011
PANITIA SEMINAR PENDIDIKAN KRISTEN


Lili Irene Supit-Liu Widie M Toha
Ketua Panitia Sekretaris



Langkah Jitu bila sendal jepit kita tiba-tiba putus dijalan


Pernah ga, pas lagi asik jalan2 pake sendal jepit, lalu tiba2 sendal jepit kita putus kaya gambar di bawah ini?

cara-caranya:


1. pilih sedotan yang sewarna dengan sendal jepit.. kalo misalnya ga ada, ya udah tidak papa...





2. lipat sedotan


3. kemudian ikatkan sehingga membentuk simpul seperti ini




4. jika ada gunting, boleh ditambah optional ini.. gunting sedotan lain, seukuran jepitan sendal.. (ilustrasi menggunakan sedotan warna lain, spy terlihat jelas, nanti prakteknya sih pake warna yang sama ya, spy ga kliatan belang.. hehe..)
kemudian masukkan potongan sedotan melewati sedotan yang udah disimpul



5. nah setelah itu, masukkan sedotan td melewati lubang sendal jepit




6. setelah itu, sedotan dibentuk seperti gambar di bawah ini.. caranya seperti mengikat biasa, nanti jadinya berbentuk kaya gini..



7. done.. sendal jepit sekarang bisa digunakan..



(adapt from: @chenk177).

Minggu, 27 Maret 2011





Leonhard Euler

Euler lahir tahun 1707 di Basel, Swiss. Dia diterima masuk Universitas Basel tahun 1720 tatkala umurnya baru mencapai tiga belas tahun. Mula-mula dia belajar teologi, tetapi segera pindah ke mata pelajaran matematika. Dia peroleh gelar sarjana dari Universitas Basel pada umur tujuh belas tahun dan tatkala umurnya baru dua puluh tahun dia terima undangan dari Catherine I dari Rusia untuk bergabung dalam Akademi Ilmu Pengetahuan di St. Petersburg. Di umur dua puluh tiga tahun dia jadi mahaguru fisika di sana dan ketika umurnya dua puluh enam tahun dia menggantikan korsi ketua matematika yang tadinya diduduki oleh seorang matematikus masyhur Daniel Bernoulli. Dua tahun kemudian penglihatan matanya hilang sebelah, namun dia meneruskan kerja dengan kapasitas penuh, menghasilkan artikel-artikel yang brilian.


Tahun 1741 Frederick Yang Agung dari Prusia membujuk Euler agar meninggalkan Rusia dan memintanya bergabung ke dalam Akademi Ilmu Pengetahuan di Berlin. Dia tinggal di Berlin selama dua puluh lima tahun dan kembali ke Rusia tahun 1766. Tak lama sesudah itu kedua matanya tak bisa melihat lagi. Bahkan dalam keadaan tertimpa musibah macam ini, tidaklah menghentikan penyelidikannya. Euler memiliki kemampuan spektakuler dalam hal mental aritmatika, dan hingga dia tutup usia (tahun 1783 di St. Petersburg --kini bernama Leningrad-- pada umur tujuh puluh enam tahun), dia terus mengeluarkan kertas kerja kelas tinggi di bidang matematika. Euler kawin dua kali dan punya tiga belas anak, delapan diantaranya mati muda.

Semua penemuan Euler bisa saja dibuat orang bahkan andaikata dia tidak pernah hidup di dunia ini. Meskipun saya pikir, kriteria yang layak digunakan dalam masalah ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan: apa yang akan terjadi pada dunia modern apabila dia tidak pernah berbuat apa-apa? Dalam kaitan dengan Leonhard Euler jawabnya tampak jelas sekali: pengetahuan modern dan teknologi akan jauh tertinggal di belakang, hampir tak terbayangkan, tanpa adanya formula Euler, rumus-rumusnya, dan metodenya. Sekilas pandangan melirik indeks textbook matematika dan fisika akan menunjukkan penjelasan-penjelasan ini sudut Euler (gerak benda keras); kemantapan Euler (deret tak terbatas); keseimbangan Euler (hydrodinamika); keseimbangan gerak Euler (dinamika benda keras); formula Euler (variabel kompleks); penjumlahan Euler (rentetan tak ada batasnya), curve polygonal Eurel (keseimbangan diferensial); pendapat Euler tentang keragaman fungsi (keseimbangan diferensial sebagian); transformasi Euler (rentetan tak terbatas); hukum Bernoulli-Euler (teori elastisitis); formula Euler-Fourier (rangkaian trigonometris); keseimbangan Euler-Lagrange (variasi kalkulus, mekanika); dan formula Euler-Maclaurin (metode penjumlahan) itu semua menyangkut sebagian yang penting-penting saja.

Hasil matematika dan ilmiah Euler betul-betul tak masuk akal. Dia menulis 32 buku lengkap, banyak diantaranya terdiri dari dua jilid, beratus-ratus artikel tentang matematika dan ilmu pengetahuan. Orang bilang, kumpulan tulisan-tulisan ilmiahnya terdiri dari lebih 70 jilid! Kegeniusan Euler memperkaya hampir segala segi matematika murni maupun matematika siap pakai, dan sumbangannya terhadap matematika fisika hampir tak ada batasnya untuk penggunaan.

Euler khusus ahli mendemonstrasikan bagaimana hukum-hukum umum mekanika, yang telah dirumuskan di abad sebelumnya oleh Isaac Newton, dapat digunakan dalam jenis situasi fisika tertentu yang terjadi berulang kali. Misalnya, dengan menggunakan hukum Newton dalam hal gerak cairan, Euler sanggup mengembangkan persamaan hydrodinamika. Juga, melalui analisa yang cermat tentang kemungkinan gerak dari barang yang kekar, dan dengan penggunaan prinsip-prinsip Newton. Dan Euler berkemampuan mengembangkan sejumlah pendapat yang sepenuhnya menentukan gerak dari barang kekar. Dalam praktek, tentu saja, obyek benda tidak selamanya mesti kekar. Karena itu, Euler juga membuat sumbangan penting tentang teori elastisitas yang menjabarkan bagaimana benda padat dapat berubah bentuk lewat penggunaan tenaga luar.

Euler juga menggunakan bakatnya dalam hal analisa matematika tentang permasalahan astronomi, khusus menyangkut soal "tiga-badan" yang berkaitan dengan masalah bagaimana matahari, bumi, dan bulan bergerak di bawah gaya berat mereka masing-masing yang sama. Masalah ini --suatu masalah yang jadi pemikiran untuk abad ke-21-- belum sepenuhnya terpecahkan. Kebetulan, Euler satu-satunya ilmuwan terkemuka dari abad ke-18 yang (secara tepat, seperti belakangan terbukti) mendukung teori gelombang cahaya.

Buah pikiran Euler yang berhamburan tak hentinya itu sering menghasilkan titik tolak buat penemuan matematika yang bisa membuat seseorang masyhur. Misalnya, Joseph Louis Lagrange, ahli fisika matematika Perancis, berhasil merumuskan serentetan rumus ("rumus Lagrange") yang punya makna teoritis penting dan dapat digunakan memecahkan pelbagai masalah mekanika. Rumus dasarnya diketemukan oleh Euler, karena itu sering disebut rumus Euler-Lagrange. Matematikus Perancis lainnya, Jean Baptiste Fourier, umumnya dianggap berjasa dengan penemuan teknik matematikanya, terkenal dengan julukan analisa Fourier. Di sini pun, rumus dasarnya pertama diketemukan oleh Leonhard Euler, dan dikenal dengan julukan formula Euler- Fourier. Mereka menemukan penggunaan yang luas dan beraneka macam di bidang fisika, termasuk akustik dan teori elektromagnetik.

Dalam urusan matematika, Euler khusus tertarik di bidang kalkulus, rumus diferensial, dan ketidakterbatasan suatu jumlah. Sumbangannya dalam bidang ini, kendati amat penting, terlampau teknis dipaparkan di sini. Sumbangannya di bidang variasi kalkulus dan terhadap teori tentang kekompleksan jumlah merupakan dasar dari semua perkembangan berikutnya di bidang ini. Kedua topik itu punya jangkauan luas dalam bidang penggunaan kerja praktek ilmiah, sebagai tambahan arti penting di bidang matematika murni.

Formula Euler, , menunjukkan adanya hubungan antara fungsi trigonometrik dan jumlah imaginer, dan dapat digunakan menemukan logaritma tentang jumlah negatif. Ini merupakan satu dari formula yang paling luas digunakan dalam semua bidang matematika. Euler juga menulis sebuah textbook tentang geometri analitis dan membuat sumbangan penting dalam bidang geometri diferensial dan geometri biasa.

Kendati Euler punya kesanggupan yang hebat untuk penemuan-penemuan matematika yang memungkinkannya melakukan praktek-praktek ilmiah, dia hampir punya kelebihan setara dalam bidang matematika murni. Malangnya, sumbangannya yang begitu banyak di bidang teori jumlah, tetapi tidak begitu banyak yang bisa dipaparkan di sini. Euler juga orang pemula yang bekerja di bidang topologi, sebuah cabang matematika yang punya arti penting di abad ke-20.

Akhirnya, Euler memberi sumbangan penting buat sistem lambang jumlah matematik masa kini. Misalnya, dia bertanggung jawab untuk penggunaan umum huruf Yunani untuk menerangkan rasio antara keliling lingkaran terhadap diameternya. Dia juga memperkenalkan banyak sistem tanda yang cocok yang kini umum dipakai di bidang matematika.

Ref : http://media.isnet.org/iptek/100/Euler.html

Sekilas Literatur Kristen di Indonesia

August 19, 2009 at 11:47 am · Filed under Books, Cinta produk dalam negeri ·Tagged BPK Gunung Mulia, Gandum Mas, Kalam Hidup, Kanisius

Gedung BPK Gunung Mulia Jl. Raya Bogor Jakarta Timur

Kedatangan Albert Conelisz Ruyl ke Nusantara pada 1600 bisa dianggap sebagai tonggak sejarah literatur Kristen. Sebagai seorang pedagang VOC, Ruyl melakukan perjalanan panjang dari tanah kelahirannya di Belanda untuk berdagang di wilayah Hindia Barat yang baru saja “ditemukan” orang-orang Eropa yang terkenal dengan rempah-rempahnya itu. Sebagai seorang pedagang pembantu, ia banyak berkesempatan belajar bahasa Melayu. Sebagai seorang Kristen, ia memakai pengetahuannya itu untuk mulai menerjemahkan Firman Allah.

Pada tahun 1612 Ruyl sudah mengerjakan Kitab Injil Matius. Hasil karyanya itu baru diterbitkan 17 tahun kemudian. Menurut catatan Lembaga Alkitab Inggris dan Luar Negeri, “Edisi ini mungkin sekali menandakan pertama kali dalam sejarah bahwa sebuah kitab dari Alkitab diterjemahkan dan dicetak dalam sebuah bahasa yang bukan bahasa Eropa, khusus sebagai alat pekabaran Injil.” Kitab Suci Ruyl inilah dianggap sebagai dasar pengembangan Alkitab berbahasa Indonesia misalnya Leydekker (1733), Klinkert (1879), Melayu Baba (1913), Ende(1968) hingga Alkitab yang kita pegang sekarang. Alkitab dan beberapa terbitan nyanyian rohani terutama berguna untuk penginjilan dan pemeliharaan umat.

Sebelum munculnya penerbit-penerbit Kristen sudah ada beberapa budayawan yang mempunyai latar belakang Kristen, misalnya Jan Engelbert Tatengkeng. Dia adalah sastrawan angkatan Pujangga Baru. Ia banyak berkarya pada tahun 1930-an. Selain Tatengkeng, bisa jadi ada budayawan lain yang berlatar belakang kristiani, tetapi jejaknya sulit ditelusuri. Pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, W.R. Supratman, juga dikenal sebagai seorang Katolik.

Penerbitan kristiani pertama di Indonesia bisa disebut dimulai dari Bandung. Kalam Hidup adalah sebuah yayasan dan penerbit buku Kristen yang didirikan oleh Robert Alexander Jaffray yang berasal dari Kanada. Pada tahun 1913, Jaffray menerbitkan Bible Magazine dalam bahasa Tionghoa. Setelah itu pada bulan Oktober 1930, ia menerbitkan majalah yang sama dalam bahasa Melayu. Majalah ini kemudian diganti namanya menjadi Majalah Kalam Hidup. Dalam hal bahasa, ia dibantu oleh P.H. Pouw. Kemudian ia juga mulai menerbitkan buku-buku dalam bahasa Makassar, Bali, dan Sasak.

Disusul penerbit Kanisius yang berdiri pada Januari 1922. Mula-mula bernama Canisius Drukkerij, lembaga ini berkiprah untuk memberdayakan Indonesia melalui dunia pendidikan. Penerbit Kanisius didirikan di kota Yogyakarta. Tidak banyak orang tahu bahwa dahulu kala, tepatnya di tahun 1928, Canisius Drukkerij juga pernah menerbitkan surat kabar: Tamtama Dalem dan Swaratama. Kedua koran itu diterbitkan untuk mendukung cita-cita perjuangan kemerdekaan pemuda Indonesia kala itu.

Penerbit Gandum Mas berdiri di bawah naungan Gereja Kristus Tuhan merupakan hasil dari penginjilan John Sung pada tahun 1940-an bersaudara dengan SAAT dan Institut Teologia Aleitheia.

Sementara penerbit gunung Mulia berdiri dilatarbelakangi kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya soal politik. Untuk pembangunan bangsa, nilai-nilai spiritual dan rohani juga perlu ditanamkan. Sejalan dengan kearifan itu, Oktober 1946 didirikanlah Badan Penerbit Darurat dari Zending dan Gereja. Badan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Badan Penerbit Kristen (BPK) pada tahun 1950. Dan dua puluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1971, namanya berganti menjadi BPK Gunung Mulia dan dipakai hingga sekarang. Sejarah penerbit Gunung Mulia tak bisa tidak terkait dengan nama seorang Belanda, Dr. Jo Verkuyl. Fridolin Ukur bisa dianggap sebagai budayawan yang lahir dari BPK Gunung Mulia ini dengan karyanya Malam Sunji.

Setelah itu lahir berbagai penerbit Kristen misalnya Immanuel (1967), ANDI (1980), Metanoia (1990-an), Kharisma (1990-an), Light Publishing (200-an), Pionir Jaya dan Visi (2000-an) dan sebagainya. Bahkan literatur Kristen makin marak dengan berlomba-lombanya penerbit-penerbit umum mempunyai divisi buku Kristen misalnya Gramedia, Agromedia, dan Erlangga.
(adapt from:http://barabbas.blog.friendster.com).


1 Korintus 16:14 "Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!"
__________________________________________

Rasul Paulus berkata, "Lakukan segala pekerjaanmu dalam kasih!"

Dia tidak mengatakan beberapa dari pekerjaan Anda, tetapi semua pekerjaan Anda.
Dia juga mengatakan "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku." (1 Korintus 13:3)

Intinya adalah, pekerjaan apapun dapat berubah menjadi ibadah ketika dibangun dengan model kasih Kristus, bahwa kasih diungkapkan untuk rekan kerja, klien dan pelanggan.
Ibu Teresa berkata, "Yang penting bukanlah seberapa banyak yang Anda lakukan, tapi yang penting adalah seberapa banyak kasih yang Anda masukkan ke dalamnya."

Pikirkan tentang hal seperti ini -- Dua pertiga dari kata "CAREER" adalah CARE.
John Rushcan pernah berkata, "Ketika kasih dan skill digunakan bersama-sama, maka kita bisa mengharapkan masterpiece."

Jadi, saya mendorong Anda untuk mengucapkan doa ini setiap hari.
Ketika Anda bangun untuk pergi kerja, entah itu di rumah atau di sekolah, di halaman rumah atau di kantor atau di mana pun Anda bekerja -- Saya mendorong Anda berdoa, "Bapa, hari ini saya ingin menyembah Engkau melalui pekerjaan saya. Saya ingin mengekspresikan persembahan saya. Saya ingin melakukannya seperti jika saya melakukannya untuk Engkau dan saya ingin melakukannya dalam kasih.. "

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)
(adapt from:Bacaan Hari Ini).



Semi-Half-Boycot-Boycot Setengah-setengah-Lebih Baik Kayak Saya Tidak Suka Boykot!

Here is the story of Arabs desire to boycott Jewish products:

A short time ago, Arabian speeches at the U.N. urged the Arab World to boycott everything that originates with the Jewish people. In response, Meyer M.

Treinkman, a pharmacist, out of the kindness of his heart, offers to assist them in their boycott as follows:
"Any Arab who has Syphilis must not be cured by Salvarsan discovered by a Jew,

Dr. Ehrlich. He should not even try to find out whether he has Syphilis, as the Wasserman Test is the discovery of a Jew. If an Arab suspects that he has

Gonorrhea, he must not seek diagnosis, because he will be using the method of a Jew named Neissner.
An Arab who has heart disease must not use Digitalis, a discovery by a Jew, Ludwig Traube. Should he suffer with a toothache, he must not use Cocaine, a discovery of the Jews, Widal and Weil. If an Arab has Diabetes, he must not use Insulin, the

result of research by Minkowsky, a Jew. If an Arab has a headache, he must shun Pyramidon and Antypyrin, due to the Jews, Spiro and Ellege. Arabs with

convulsions must put up with them because it was a Jew, Oscar Leibreich, who proposed the use of Chloral Hydrate. Arabs must do likewise with their psychic ailments because Freud, father of psychoanalysis, was a Jew. Should an Arab child get Diptheria, he must refrain from the "Schick" reaction which was invented by
the Jew, Bella Schick.
Arabs should be ready to die in great numbers and must not permit treatment of ear and brain damage, work of Nobel Prize winner, Robert Baram. They should continue to die or remain crippled by Infantile Paralysis because the discoverer of the anti-polio vaccine is a Jew, Jonas Salk.
Arabs must refuse to use Streptomycin and continue to die of Tuberculosis because a Jew, Zalman Waxman, invented the wonder drug against this killing disease. Arab doctors must discard all discoveries and improvements by dermatologist Judas Sehn Benedict, or the lung specialist, Frawnkel, and of many other world renowned Jewish scientists and medical experts.
In short, good and loyal Arabs properly and fittingly remain afflicted with Syphilis, Gonorrhea, Heart Disease, Headaches, Typhus, Diabetes, Mental Disorders, Polio, Convulsions and Tuberculosis and be proud to obey the Arabs boycott."

Rabu, 23 Maret 2011


WINNERS VS LOSERS

The Winner says, It may be difficult but it is possible
The Loser says, It may be possible but it is too difficult

When a Winner make a mistake, he says, I was wrong
When a Loser make a mistake, he says, It was not my fault

The Winner is always part of the answer
The Loser is always part of the problem

Winner chooses what they say
Loser say what they chooses

The Winner sees an answer for every problem
The Loser sees a problem for every answer

Winner sees the gain
Loser sees the pain

The Winner says, Let me do it for you
The Loser says, That is not my job

Winners believe in win win
Loser believe win for them and someone has to lose

A winner makes commitments
A Loser makes promises

Winner sees the potential
Loser sees the past

Winner makes it happen
Loser wait it happen

A winner creates vision
A Loser creates imagination

A winner says, I am doing it
A Loser says, I will do it

Which are you ?

Selasa, 22 Maret 2011

Membuktikan kebenarannya, di mulai dengan membuat gambar sebuah persegi besar, kemudian gambarlah sebuah persegi kecil di dalam persegi besar tersebut, seperti gambar berikut:



Perhitungannya :
Luas persegi besar = Luas persegi kecil + 4 Luas segitiga
( b + a ) . ( b + a ) = c . c + 4 . 1/2 b.a

b2 + 2 b.a + a2 = c2 + 2 b.a

b2 + a2 = c2 + 2 b.a - 2 b.a

b2 + a2 = c2

Jika Anda seorang guru atau dosen dan akan memberikan ujian, periksalah soal-soal yang akan diberikan dengan teliti sebelum diujikan. Sangat perlu diperhatikan, apakah pertanyaan yang diajukan sudah jelas? Apakah pertanyaan tidak akan membingungkan murid atau mahasiswa? Apakah murid atau mahasiswa akan dapat memahami apa yang sebenarnya ditanyakan oleh soal tersebut. Jelas bagi pembuat soal, belum tentu akan jelas pula bagi yang akan mengerjakan soal tersebut.



Phytagoras Triangle

Jangan sampai terjadi seperti pada sebuah soal ulangan matematika pada gambar di atas (saya dapatkan dari email berantai dari sebuah milis). Dalam soal tersebut, nampaknya sang pembuat soal ingin menguji pemahaman murid mengenai hukum Phytagoras. Tapi apa hendak dikata, dengan disertai gambar pun, ternyata soal ujian ini masih tidak cukup jelas bagi seorang murid untuk mengetahui apa yang sebenarnya ditanyakan. Tapi, jangan buru-buru menyalahkan si murid. Walaupun telah memberikan jawaban asal-asalan dan (sebenarnya) salah, si murid ternyata dinilai sudah berusaha menjawab dengan baik. Buktinya, konon, Departemen of Education (US kayaknya ya) akhirnya menerima jawaban si murid dan malah memberikan instruksi pada penguji untuk membuat soal dengan lebih jelas. Kalau kita lihat, nampaknya memang si murid, walaupun terkesan konyol, sudah menjawab apa yang ditanyakan dalam soal tersebut. Jadi masalahnya memang pertanyaannya saja yang tidak jelas atau membingungkan, kalau sama sekali tidak dapat dikatakan soal ini tidak benar. Yang pasti, ini bukan kesalahan Phytagoras dalam dalam merumuskan teoriny!
Pencetus sekaligus penguasa nisbah dan segitiga Pythagoras (580 – 475 SM)


“Number rules the universe, Number is merely our delegate to the throne, for we rule Number.”(Phytagoras).


Masa kecil
Pythagoras lahir di pulau Samos, Yunani selatan sekitar 580 SM (Sebelum Masehi). Dia sering melakukan perjalanan ke Babylon, Mesir dan diperkirakan pernah sampai di India. Di Babylon, teristimewa, Pythagoras menjalin hubungan dengan ahli-ahli matematika. Setelah lama menjelajah pulau kecil, Pythagoras meninggalkan tanah kelahirannya dan pindah ke Crotona, Italia. Diperkirakan Pythagoras sudah melihat 7 keajaiban dunia (kuno), dimana salah satunya adalah kuil Hera yang terletak di kota kelahirannya. Sekarang, kuil Hera sudah runtuh dan hanya tersisa 1 pilar yang tidak jauh dari kota Pythagorian (namanya dipakai untuk mengenang putra terbaiknya). Menyeberangi selat dan beberapa mil ke utara adalah Turki, terdapat keajaiban lain yaitu: Ephesus. Pythagoras adalah anak Mnesarchus, seorang pedagang yang berasal dari Tyre. Pada usia 18 tahun dia bertemu dengan Thales. Thales, seorang kakek tua, mengenalkan matematika kepada Pythagoras lewat muridnya yang bernama Anaximander, namun yang diakui oleh Pythagoras sebagai guru adalah Pherekydes.

Pythagoras meninggalkan Samos pada tahun 518 SM. Tidak lama kemudian dia membuka sekolah di Croton yang menerima murid tanpa membedakan jenis kelamin. Sekolah itu menjadi sangat terkenal bahkan Pythagoras akhirnya menikah dengan salah satu muridnya. Gambaran rinci tentang Pythagoras tidak terlalu jelas. Dikatakan setelah itu, dia pergi ke Delos pada tahun 513 SM untuk merawat penolong sekaligus gurunya, Pherekydes. Pythagoras menetap di sana sampai dia meninggal pada tahun 475 SM. Sepeninggalnya, sekolah Croton berjalan terseok-seok dan banyak konflik internal, tetapi dapat terus berjalan sampai 500 SM sebelum menjadi alat politik.
Bagaimana Pythagoras menciptakan kultus terhadap angka?

Angka adalah “dewa”
Matematika dan “mitos-mitos” palsu tentang angka tidak dapat dipisahkan. Setiap angka adalah simbol atau melambangkan sesuatu yang terkait dengan metafisik adalah hal lumrah di Cina. Pythagoras pun tidak luput dari “perangkap” mitos tentang angka. Dia mengajarkan bahwa: angka satu untuk alasan, angka dua untuk opini, angka tiga untuk potensi, angka empat untuk keadilan, angka lima untuk perkawinan, angka tujuh untuk rahasia agar selalu sehat, angka delapan adalah rahasia perkawinan. Angka genap adalah wanita dan angka ganjil/gasal adalah pria. “Berkatilah kami, angka dewa,” adalah kutipan dari para pengikut Pythagoras yang memberi perlakuan khusus terhadap angka empat,”yang menciptakan dewa-dewa dan manusia, O tetraktys suci yang mengandung akar dan sumber penciptaan yang berasal dari luar manusia.

Pemujaan angka seperti layaknya tukang sihir dengan bola kristalnya barangkali – di kemudian hari, mendasari para matematikawan setelah Pythagoras. Ucapan Plato “Tuhan memahami geometri” atau kutipan Galileo “Buku terbesar tentang alam ditulis dengan simbol-simbol matematika.” Apakah itu termasuk ilmu sihir atau matematika. Yang jelas matematika lebih sulit untuk dipahami.

Hubungan matematika dengan musik dekat sekali. Tidaklah mengherankan apabila Pythagoras juga mampu menjadi seorang musisi. Mitos bilangan Pythagoras terkandung lewat “keajabiban” pentagram. Bentuk segi-lima yang makin lama makin kecil sampai takterhingga.

Pythagoras sebagai pemusik
Pythagoras juga dikenal sebagai musisi berbakat, seorang pemain lira. Penemuan musik terkait dengan matematika diawali ketika Pythagoras bermain monokord, sebuah kotak dengan bentangan tali-tali di atas salah satu sisinya. Dengan menggerakkan jari naik dan turun pada garis-garis yang sengaja dibuat, Pythagoras mengenali bahwa suara yang dihasilkan dapat diperkirakan. Ketika bagian tengah ditekan, setiap bagian atas tali dan bawah tali menghasilkan nada sama: nada yang tepat 1 oktaf * lebih tinggi dibandingkan apabila monokord tidak ditekan. Dengan membagi monokord dengan nisbah 3/4 dan 2/5, ternyata setiap nisbah menghasilkan nada yang berbeda, merdu atau fals.

Baginya, harmoni musik adalah aktivitas matematika. Harmoni dari monokord adalah harmoni matematika – dan harmoni alam semesta. Pythagoras menyimpulkan bahwa nisbah tidak hanya berlaku pada musik tetapi juga pada pelbagai jenis keindahan lain. Para pengikut Pythagoras menyimpulkan bahwa nisbah dan proporsi mengendalikan keindahan musik, kecantikan fisik dan keanggunan matematika.

Contoh: sebuah tali panjang yang menghasilkan nada C, kemudian 16/15 dari panjang tali C menghasilkan notasi B; 6/5 panjang tali C menghasilkan notasi A, 4/3 panjang tali C menghasilkan notasi G; 3/2 panjang tali C menghasilkan notasi F; 8/5 panjang tali C menghasilkan notasi E; 16/9 panjang tali C menghasilkan notasi D dan 2/1 panjang tali C menghasilkan notasi C rendah.

Penelitian tentang suara mencapai puncaknya pada abad 19 setelah John Fourier mampu membuktikan bahwa semua suara – instrumental maupun vokal – dapat dijabarkan dengan matematika, yaitu jumlah fungsi-fungsi Sinus sederhana. Menurutnya, suara mempunyai 3 kategori – pitch, loudness dan quality. Penemuan Fourier ini memungkinkan ketiga kategori tersebut digambar dan dibedakan. Pitch terkait dengan frekuensi kurva, loudness terkait dengan amplitudu dan quality terkait dengan bentuk dari fungsi periodik. Lewat motto “Angka adalah dewa”, Pythagoras mampu menggalang sejumlah pengikut.


Para pengikut Pythagoras (Pythagorean)
Pythagoras barangkali dapat disebut sebagai pemikir new ages pada jamannya. Dia juga seorang orator ulung, intelektual terkenal sekaligus guru yang kharismatik. Semua itu membuat banyak orang ingin belajar darinya. Tidaklah mengherankan apabila tidak lama kemudian dia mempunyai banyak pengikut dan disusul dengan mendirikan sekolah.
Falsafah dasar yang paling penting bagi Pythagoras adalah: angka. Yunani mewarisi pemahaman tentang angka dari geometrik Mesir.

Hasilnya, ahli matematika Yunani tidak dapat membedakan antara bentuk (shapes) dengan bilangan (numbers). Pada saat ini untuk membuktikan theorema matematika biasa digunakan gambar-gambar yang digambar dengan menggunakan sejenis penggaris yang terbuat dari logam atau batu dan kompas.

Nisbah-nisbah adalah kunci untuk memahami alam, Pythagorean dan matematikawan lebih modern menghabiskan banyak energi dengan menggali lebih dalam teori-teori mereka. Akhirnya mereka memilah proporsi ke dalam sepuluh kategori berbeda yang disebut dengan titik tengah harmonis (harmonic means).

Salah satu dari titik tengah ini mengandung angka paling “cantik” di dunia: nisbah emas (golden ratio). Tidak ada yang istimewa dari nisbah emas ini, tetapi sesuatu yang terinspirasi oleh nisbah emas tampaknya merupakan obyek-obyek yang sangat indah. Bahkan sampai saat ini, artis dan arsitek secara intuitif mengetahui bahwa obyek-obyek yang mengandung nisbah emas nampak artistik. Dan nisbah ini mempengaruhi banyak pekerjaan pada bidang seni dan arsitektur. Parthenon, kuil Athena terbesar, dibangun dengan kaidah nisbah emas ada pada setiap aspek kontruksinya. Dalam pikiran Pythagorean, nisbah mengendalikan alam semesta dan berarti sahih bagi seluruh dunia Barat pula.

Cacat pada doktrin Pythagorean
Angka nol tidak mendapat tempat dalam kerangka kerja Pythagorean. Angka nol tidak ada atau tidak dikenal dalam kamus Yunani. Menggunakan angka nol dalam suatu nisbah tampaknya melanggar hukum alam. Suatu nisbah menjadi tidak ada artinya karena “campur tangan” angka nol.

Angka nol dibagi suatu angka atau bilangan dapat menghancurkan logika. Nol membuat “lubang” pada kaidah alam semesta versi Pythagorean, untuk alasan inilah kehadiran angka nol tidak dapat ditolerir. Pythagorean juga tidak dapat memecahkan “problem” dari konsep matematika – bilangan irrasional, yang sebenarnya juga merupakan produk sampingan (by product) rumus: a² + b² = c².

Konsep ini juga menyerang sudut pandang mereka, namun dengan semangat persaudaraan tetap dijaga sebagai sebuah rahasia. Rahasia ini harus tetap dijaga jangan sampai bocor atau kultus mereka hancur. Mereka tidak mengetahui bahwa bilangan irrasional adalah “bom waktu” bagi kerangka berpikir matematikawan Yunani.

Nisbah antara dua angka tidak lebih dari membandingkan dua garis dengan panjang berbeda. Anggapan dasar Pythagorean adalah segala sesuatu yang masuk akal dalam alam semesta berkaitan dengan kerapian (neatness), proporsi tanpa cacat atau rasional. Nisbah ditulis dalam bentuk a/b bilangan utuh, seperti: 1, 2 atau 17, dimana b tidak boleh sama dengan nol karena dengan itu akan menimbulkan bencana.

Tidak perlu dijelaskan lagi, alam semesta tidak sesuai dengan kaidah tersebut. Banyak angka tidak dapat dinyatakan semudah itu ke dalam nisbah a/b. Kehadiran angka irrasional tidak dapat dihindari lagi adalah konsekuensi matematikawan Yunani.
Persegi panjang adalah bentuk paling sederhana dalam geometri, tetapi dibaliknya terkandung bilangan irrasional. Apabila anda membuat garis diagonal pada persegi panjang – muncul irrasional, dan kelak besarnya ditentukan oleh akar bilangan.

Bilangan irrasional terjadi dan akan selalu terjadi pada semua bentuk geometri. Contoh lain, segi tiga siku-siku dengan panjang kedua sisi adalah satu, dapat dihitung panjang sisi lain – dengan rumus Pythagoras, yaitu: v2. Sangatlah sulit menyembunyikan hal ini bagi orang yang paham geometri dan nisbah.

Hippasus menyangkal
Rahasia ini akhirnya dibocorkan oleh seorang pengikut Pythagorean yang merasa bahwa dia harus mengungkapkan kebenaran. Hippasus adalah matematikawan yang menjadi murid sekaligus pengikut Pythagoras. Hippasus berasal dari Metapontan. Pengungkapan rahasia membuat dia dijatuhi hukuman mati. Cerita tentang bagaimana meninggalnya Hipassus ada berbagai versi. Beberapa mengatakan bahwa Hippasus ditenggelamkan di laut, sebagai konsekuensi menghancurkan teori indah dengan fakta-fakta menyesatkan. Sumber lain menyebutkan bahwa para pengikut Pythagoras mengubur dia hidup-hidup. Lainnya menyebutkan bahwa Hippasus, dibuang atau diasingkan dalam ruangan tertutup tanpa pernah bertemu orang lagi.

Tanpa usaha mengklarifikasikan mana yang benar, namun yang jelas pengungkapan oleh Hippasus ini mengoncangkan fondasi-fondasi doktrin Pythagoras. Dalam hal ini Pythagorean menanggap bahwa bilangan irrasional hanya sebagai suatu perkecualian. Mereka tidak dapat membuktikan bahwa bilangan irrasional mencemari pandangan mereka tentang alam semesta.

Meninggalnya Pythagoras
Para pengikut Pythagoras menyatakan bahwa guru mereka meninggal dengan cara yang unik. Beberapa dari mereka menyatakan Pythagoras mogok makan, sebagian lagi menyatakan bahwa dia mengurung dan berdiam diri. Cerita lain menyatakan bahwa konon rumahnya dibakar oleh para musuhnya (mereka yang merasa tersingkirkan oleh kehadiran Pythagoras di tempat itu). Semua pengikutnya ke luar dari rumah terbakar dan lagi ke segala penjuru untuk menyelamatkan diri.

Massa yang membakar rumah itu kemudian membantai para pengikutnya (pythagorean) satu per satu. Persaudaraan sudah dihancurkan. Pythagoras sendiri berusaha melarikan diri tetapi tertangkap dan dipukuli. Dia disuruh berlari di suatu ladang, namun mengatakan bahwa dia lebih baik mati. Kemudian diambil keputusan bersama dan diputuskan: Pythagoras dihukum pancung di muka umum.

Meskipun persaudaraan sudah bubar dan pemimpinnya terbunuh, esensi ajaran Pythagoras terus bertahan sampai sekarang. Falsafah Barat banyak dipengaruhi oleh pemikiran Pythagoras – seperti halnya doktrin Aristoteles, ternyata mampu bertahan hampir
2 milenium. Angka nol dan bilangan irrasional bertentangan dengan doktrin tersebut, tetapi memberi landasan bagi para matematikawan berikutnya agar memperhatikan angka nol dan bilangan irrasional.

*) Oktaf artinya 8 yaitu: nada dari 1(do) sampai 1 (do tinggi) atau dari C sampai C lagi

Sumbangsih
Penemuan Pythagoras dalam bidang musik dan matematika tetap hidup sampai saat ini. Theorema Pythagoras tetap diajarkan di sekolah-sekolah dan digunakan untuk menghitung jarak suatu sisi segitiga. Sebelum Pythagoras belum ada pembuktian atas asumsi-asumsi. Pythagoras adalah orang pertama yang mencetuskan bahwa aksioma-aksioma, postulat-postulat perlu dijabarkan terlebih dahulu dalam mengembangkan geometri.

Manfaat ini, kelak, membuat matematika tetap dapat digunakan sebagai alat bantu dalam melakukan perhitungan terhadap pengamatan terhadap fenomena-fenomena alam, setelah melalui pengembangan dan penyempurnaan oleh para matematikawan setelah Pythagoras. Theorema Pythagoras mendasari adanya theorema Fermat (tahun 1620):
x pangkat n + y pangkat n = z pangkat n yang baru dapat dibuktikan oleh
Sir Andrew Wiles pada tahun 1994.
The Story of Ahmed Deedat


Sekilas mengenai Ahmed Deedat

Ahmad Hussein Deedat, lahir di Surat di Gujarat India kelahiran tahun 1918, ayahnya berimigrasi ke Afrika Selatan setelah ia lahir, kemudian Ahmed Deedat menyusul ayahnya ke kota Kwajulu-Natal Afrika .

Ahmed Deedat pernah memperoleh penghargaan ‘King Faishal Award’, Nobel dari Pemerintah Saudi Arabia pada tahun 1986 atas karya-karyanya. Semasa hidupnya, Deedat telah menerbitkan sekitar 22 buku yang laris dan telah dicetak hingga 20 juta kopi yang beredar luas di berbagai benua.

Sheikh Ahmed Deedat terkenal sebagai seorang ulama anti Kristen dari kota Durban Afrika Selatan. Maksud dari anti Kristen disini adalah baik itu berupa khotbah-khotbahnya dan tujuan dakwahnya hanyalah untuk menyerang keKristenan, bukan untuk pengajaran tentang kebenaran agama yang dianutnya.

Dia membuat buku combat Kit pada tahun 1992 dan buku-buku lain untuk menyerang keKristenan.

Oleh karena khotbah-khotbahnya terlalu ofensif, Ahmed Dedat dilarang masuk ke beberapa negara sekuler karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerusuhan sosial. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Nigeria, Prancis, Singapura dan Australia (setelah kotbahnya yang terakhir dan sangat ofensif pada Jumat Agung, yakni Hari Raya Paskah umat Kristiani di Sydney Australia 1996).

Ahmed Deedat dengan sombongnya menyatakan bahwa Yesus benar-benar disiksa dan naik ke tiang salib, tetapi cuma pingsan, tidak mati (The Choice).

Sejak setahun lebih sebelum Deedat mengalami stroke, pendeta-pendeta Kristen di kotanya Durban, sudah membuat surat terbuka untuk mengajaknya bertobat, karena mereka mengerti resiko penghujatan ofensif yang dilakukannya dalam konteks rohani akan berakibat fatal terhadap dirinya sendiri. Namun ajakan tersebut tidak dilayaninya sama sekali.

Tepat 4 (empat) minggu setelah Deedat menghujat penyaliban Yesus yang sengaja dilakukan pada hari Jumat Agung (Hari Raya Paskah) di Sydney, Deedat secara tiba-tiba terserang stroke dan kehilangan suaranya untuk selama-lamanya. Lehernya kejang, sehingga tak mampu makan, minum atau bicara. Deedat hanya mampu berkomunikasi kedipan mata saja.

Semula ia dibawa ke spesialis di Rumah Sakit King Faisal di Riyadh dan dirawat disana, namun tak kunjung sembuh.

Kemudian selama 9 (sembilan) tahun berikutnya ia menderita hanya berada di atas tempat tidur di rumahnya di Verulam Afrika selatan dan hanya dirawat istrinya Hawa Deedat.

Selama dalam perawatan, Deedat hanya dapat mengkonsumsi makanan melalui selang yang langsung dimasukkan kedalam lambungnya melalui sebuah lubang di perutnya selama 9 tahun hingga ajalnya.

Selama masa penderitaannya ini, Deedat juga sudah pernah dikunjungi untuk didoakan oleh orang-orang Kristen namun ia menolaknya dengan isyarat matanya.

Deedat masih berstatus sebagai pemimpin IPCI, sebuah lembaga yang masih dipegangnya hingga meninggal. Namun Ahmed Dedat juga meninggalkan banyak hutang pada beberapa Ulama yang diwariskan kepada anak-anaknya. Karena seluruh harta kekayaan dari royalty hasil penjualan buku-bukunya yang sangat laris telah habis dipakai untuk biaya perawatannya selama 9 tahun masa kesengsaraannya itu, maka segala harta bendanya yang tersisa sangat tidak memadai untuk membayar hutang-hutangnya hingga saat ini.

‘Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.’

(Rom 12 : 19)

=================================================================

9 Tahun Masa Perawatan Ahmed Deedat

Di Indonesia, buku-buku karya Ahmed Deedat dijual bebas, tetapi buku-buku tanggapan atas argumennya tidak diizinkan untuk terbit dan beredar dengan bebas.

Tokoh lawan debat Deedat yang sudah menerbitkan bukunya adalah John Gilchrist dan Dr. Anish Sorrosh, namun sangat sulit menemukan buku tersebut di Indonesia. Hal inilah yang membuat Serangan Ahmed Deedat dalam buku Combat Kit-nya terhadap keKristenan seolah-olah tidak terbantahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Note :

6 April 1996, Di hari Paskah, di Negara Australia Deedat berbicara di depan orang banyak menyerang Injil kepercayaan Kristiani mengenai kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

3 Mei 1996, Empat minggu kemudian setelah kejadian di Australia, Ahmed Deedat terkena stroke. Kaki tangannya lumpuh dan dia tidak bisa berbicara.

8 Agustus 2005 Deedat meninggal setelah menderita lumpuh dan bisu selama sembilan tahun.

Jauh sebelum Injil ditulis, Yesus sudah memberitahukan kepada murid-murid-Nya bagaimana Injil akan ditulis seperti yang ada pada kita sekarang ini, yaitu dengan pengajaran dan segala sesuatu yang diingatkan oleh Roh Kudus kepada mereka.

‘tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.’ (Yoh 14 :26)

Dan bagi mereka yang menghujat Injil, itu berarti sama saja dengan menghujat pada yang mengajarkan injil tersebut, yaitu Roh Kudus. Dalam hal penghujatan ini, Yesus telah mengatakan suatu konsekwensi kekal yang akan dihadapinya kelak bagi mereka yang menghujat Injil Kebenaran-Nya!

Aku berkata kepadamu: ‘Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.’ ( Mar 3 : 28, 29 )

Dosa kekal ini sungguh terjadi pada Ahmed Deedat yang telah menghujat Injil dengan begitu sombong dan beraninya, bukan hanya kepada para pendeta ataupun orang-orang percaya lainnya, tetapi Ia telah begitu berani dan takaburnya untuk menghujat Roh Kudus. Bagi seorang Deedat sudah tidak ada lagi jalan untuk bertobat, walaupun ia telah diperingati maupun didoakan oleh orang-orang Kristen ketika masa perawatannya di rumah sakit selama 9 tahun terakhir dari sisa hidupnya ini.

Ahmed Husein Deedat

Oleh karenanya, bukanlah suatu kebetulan jika Deedat kehilangan kemampuan berbicara untuk selamanya, hal itu terjadi karena ia telah melakukan dosa kekal, dan keselamatan kekal dalam Kristus Tuhan sudah tidak mungkin berlaku lagi terhadap dirinya, kerena ada tertulis :

‘Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.’(Rom 10 : 9, 10)

Rasul Paulus dengan tegas telah memperingatkan kita :

‘Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.’ (Gal 1 : 8, 9)

=================================================

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmed_Deedat

- http://sahabat-gembala.blogspot.com/

- Situs “My Family”

- Website : http://febrina.wordpress.com/

Minggu, 13 Maret 2011



Kehidupan Justin Bieber Dan Ibunya Dalam Iman Kristen Mereka




Penyanyi yang baru berumur 16 tahun ini terkenal dengan pengikut gadis belia dimanapun dia berada, tapi sekarang Justin Bieber berada dalam tindakan imannya. Film Justin Bieber berbentuk 3D telah diluncurkan pada Jumat yang lalu berjudul : “Justin Bieber : Never Say Never” dimana memfokuskan pada iman dan keramaian keluarga yang bersahabat.
Sentilan The Paramount Pictures ini menyentuh pemimpin di seluruh negara dan membuat film ini menjadi ‘sumber tuntunan rohani’ bagi mereka yang tertarik. Tuntunan itu termasuk ayat Alkitab yang berhubungan dengan film tersebut yang bisa digunakan di dalam kelompok kecil.

Dalam film itu diceritakan bahwa Bieber terlihat berdoa sebelum pertunjukan dan mengucap syukur sebelum makan, termasuk ekspresi lainnya yang menunjukkan iman Kristennya. Ibunya, Pattie Mallette, hadir juga dalam film tersebut dan membagikan bagaimana iman membuat hidupnya menjadi seimbang sebagai orang tua tunggal.
Kata Justin Bieber dalam wawancara yang dilakukan oleh The Associated Press pada bulan November tahun lalu, Justin Bieber juga mengemukakan bagaimana iman Kristennya dapat membuatnya tetap membumi Hollywood yang ‘menakutkan’ itu. Dia juga mengungkapkan artinya kekristenan buatnya.
“Saya seorang Kristen, saya percaya kepada Tuhan, saya percaya bahwa Yesus mati di kayu salib bagi dosa-dosa saya. Saya percaya bahwa saya mempunyai hubungan dengan-Nya dan saya bisa bicara dengan-Nya kapan saja dan sungguh, Dia alasan saya ada di sini, jadi saya harus benar-benar mengingatnya,” kata Bieber sewaktu dia mempromosikan autobiografinya yang berjudul First Step 2 Forever : My Story. “Secepat saya mulai melupakan hal itu, saya putar arah dan menjadi, seperti yang Anda lihat, kenapa saya ada di sini.”
Iman kekristenan Justin Bieber tentunya tak terlepas dari ibunya yang juga mempunyai iman yang sungguh-sungguh di dalam Yesus.

Bagi ibu Justin Bieber, Pattie Mallete, kekristenan adalah sesuatu yang sungguh-sungguh dia pegang karena dia pernah mengalami apa yang namanya berbalik kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia membagikan tentang masa lalunya yang suram dan bagaimana dia bisa bertemu dengan Kristus dan menerima pengampunan.
Mallete merupakan korban pelecehan seksual sewaktu dia masih kecil dan bertumbuh dalam lingkungan keluarga yang hancur. Pada awal masa mudanya, dia mulai terlibat dengan alkohol dan obat-obatan dan tak lama kemudian dia lari dari rumah. Dia juga pernah mencoba bunuh diri namun berakhir di rumah sakit jiwa. Anda dapat bayangkan betapa suramnya masa depan Mallette bukan?
Nah, pada saat dia berada di rumah sakit itulah ada seorang pria yang mendatanginya dan mengatakan kepadanya tentang kasih Tuhan dan membantunya menerima Dia di dalam hatinya. Sungguh, jalan Tuhan bukan jalan manusia. Pada saat terpuruk itu, ibunya Justin Bieber menerima Yesus.
“Saya tidak pernah menikah. Saya datang kepada Tuhan ketika umur saya 17, tapi setelah menerima Yesus, saya kembali lagi membuat keputusan yang salah dan hamil,” kata Mallete yang diwawancara oleh Baptist Press. “Menyadari apa yang sudah saya lakukan, saya kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati, memohon pada-Nya untuk mengampuni saya. Ini benar-benar kesaksian yang nyata bagaimana pengampunan dan anugerah Tuhan. Dan bagaimana cinta umat Tuhan yang mereka tunjukkan pada saya.”
Dia juga membagikan kisah bagaimana anaknya membuat keputusannya sendiri ketika Justin Bieber berumur lima atau enam tahun. “Saya beritahu dia bahwa ini haruslah keputusannya sendiri. Dia tidak bisa memutuskan hanya karena ibunya,” katanya lagi. “Itu haruslah dari dalam hatimu. Dan dia terus mengatakan pada saya bahwa dia mengerti. Dan ketika dia berumur delapan atau sembilan, dia mau dibaptis. Jadi, saya biarkan dia.” Sang ibu tentu saja menjaga anaknya dalam doa agar kepopulerannya ini tidak menjadi batu sandungan.

Sebelum Bieber terkenal, dia sempat menyanyikan lagu Kristen di YouTube. Dan setelah dia terkenal, dia juga menyanyikan satu dua lagu tentang imannya. Di bulan November lalu, Justin meluncurkan lagu single berjudul “Pray” dimana dia bernyanyi tentang kehidupan doanya dan mendengarkan suara Tuhan. “Ada beberapa artis yang berbicara tentang imannya karena mereka mencoba menjangkau pendengar dan ada juga yang ingin membagikan kesaksian hidup mereka karena itulah mereka,” kata manajer Bieber, Scooter Braun yang seorang penganut Yahudi, “dan saya pikir itulah Justin.” katanya.

sumber : jawaban.com/christianpost/lh3

How To Improve Your Life?
Personality:


1. Don't compare your life to others'. You have no idea what their journey is all about.
2. Don't have negative thoughts of things you cannot control. Instead invest your energy in the positive ...present moment
3. Don't over do; keep your limits
4. Don't take yourself so seriously; no one else does
5. Don't waste your precious energy on gossip
6. Dream more while you are awake
7. Envy is a waste of time. You already have all you need..
8. Forget issues of the past. Don't remind your partner of his/her mistakes of
the past. That will ruin your present happiness.
9. Life is too short to waste time hating anyone. Don't hate others.
10. Make peace with your past so it won't spoil the present
11. No one is in charge of your happiness except you
12. Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply
part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the
lessons you learn will last a lifetime.
13. Smile and laugh more
14. You don't have to win every argument. Agree to disagree.


Community:

1. Call your family often
2. Each day give something good to others
3. Forgive everyone for everything
4. Spend time with people over the age of 70 & under the age of 6
5. Try to make at least three people smile each day
6. What other people think of you is none of your business
7. Your job will not take care of you when you are sick. Your family and friends
will. Stay in touch.


Life:

1. Put GOD first in anything and everything that you think, say and do.
2. GOD heals everything
3. Do the right things
4. However good or bad a situation is, it will change
5. No matter how you feel, get up, dress up and show up
6. The best is yet to come
7. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful
8. When you awake alive in the morning, thank GOD for it
9. If you know GOD you will always be happy. So, be happy.

Kamis, 10 Maret 2011

Kristus Dari Shinkawa






Lahir : 10 Juli 1888, Kobe, Jepang
Meninggal : 23 April 1960
Kewarganegaraan : Jepang
Pekerjaan : Reformator sosial,aktivis perdamaian,aktivis buruh,
pengabar Injil, pengajar, penulis.

Toyohiko Kagawa adalah seorang tokoh Kristen di Jepang yang memerlihatkan perhatian besar terhadap situasi sosial pada masanya.[1][2] Sejak tahun 1909, Kagawa memutuskan untuk tinggal bersama-sama orang miskin di sebuah daerah yang bernama Shinkawa.[1][2] Kagawa tinggal di sebuah gubuk darurat berukuran 2x2 meter.[1] Kagawa kemudian menampung empat orang miskin lain di gubuk tersebut dan membiayai kehidupan mereka dengan beasiswa yang ia peroleh untuk studi.[1] Kendati hidup dalam kesulitan ekonomi, Kagawa terus melanjutkan studi teologinya.[1]

Salah satu sumbangan Kagawa bagi pemberantasan kemiskinan adalah dengan meneliti secara ilmiah penyebab-penyebab, akibat-akibat, dan cara menanggulangi kemiskinan.[1] Hasil penyelidikan tersebut ditulis dalam sebuah buku yang berjudul "Ilmu Jiwa tentang Kemiskinan" (The Psychology of Poverty).[1][2] Buku tersebut mendapat perhatian pemerintah Jepang sehingga pemerintah berupaya menghapuskan daerah-daerah pemukiman orang miskin, yang juga dikenal sebagai slum, dan menggantinya dengan perumahan murah.a[1]

Orang hebat dari Shinkawa ini hidup dan berkhotbah diantara pemulung, pencopet, pemabuk, dan penjudi. Dia menjadi tukang kubur mayat bayiyang dibuang di tepi jalan. Dia dipenjarakan dengan tuduhan menjatuhkan wibawa pemerintah. Dia mengobati luka pelacur yang dipukuli germo.

Hal ini begitu kontras mengingat Kagawa terlahir di dalam keluarga bangsawan Samurai yang memiliki perkebunan, pabrik, dan tanah sewaan yang luas. Ayahnya adalah seorang anggota Dewan Pertimbangan Agung, suatu kedudukan setingkat menteri dalam kabinet Jepang.Tetapi kedua orangtuanya meninggal ketika Kagawa berumur empat tahun. lalu ia diasuh oleh nenek dan pamannya.

Kagawa pertama kali mendengar nama Yesus di sekolah menengah. Ia sangat terpukau dengan kisah hidup dan ajaran Yesus. Terutama Khotbah Di Bukit, bagian Injil yang satu ini telah merubah jalan hidup Kagawa untuk selamanya.

Umur 15 tahun ia dibabtis. Ia dimarahi dan diusir oleh pamannya, dan dicabut haknya dari warisan.

Dengan beasiswa dari gereja ia melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi dan tampil menjadi siswa terbaik di kampusnya. Ternyata Kagawa memiliki otak yang jenius. Karena tergolong rakus dalam membaca, kepandaiannya bahkan melebihi para dosennya.

Pada hari Natal tahun 1909, ia mengambil sebuah gerobak lalu mengangkut buku-bukunya dan semua barangnya dari asrama. Ke mana perginya? Ia pindah ke sebuah gubug di pemukiman kumuh Shinkawa yang terkenal sebagai sarang penjahat.

Di situlah ia memulai pelayanannya, yang timbul dari keresahan hatinya.

Dari gubugnya yang kumuh di Shinkawa, Toyohiko Kagawa membela nasib para papa. Bahkan ketika 30 ribu buruh galangan kapal Kawasaki dan Mitsubishi di pelabuhan Kobe mogok kerja, mereka meminta Kagawa menjadi pemimpin mereka. Kagawa bersedia dengan syarat agar para buruh tidak menggunakan kekerasan atau perusakan apapun dalam demonstrasi mereka. Begitulah Kagawa menjadi pendiri serikat buruh pertama di Jepang.

Pekerjaan Kagawa kemudian berskala besar. Ia mendirikan beberapa panti asuhan. Ia mendirikan gerakan Kerajaan Allah yang memperbaiki 12 ribu desa di Jepang dan membawa gereja menuju pelayanan baru kepada para petani, buruh, supir truk, dan para kuli bangunan.

Ia mengarang puluhan buku laris yang dibaca dan digemari para petani sampai perdana menteri.

Bersama Mahatma Gandhi dan Albert Einstein, Kagawa menandatangani pernyataan menolak peraturan wajib militer.

Ia juga membuat gerakan anti alkohol dan anti rokok. Ia berhasil meyakinkan pemerintah Jepang untuk membuat undang-undang perburuhan. Ia berhasil menjadikan pemerintah membangun ratusan ribu rumah sangat sederhana untuk keluarga berpenghasilan rendah.

Karya Kagawa terlalu banyak untuk dicatat di sini. Namun yang membekas di hati orang Jepang di zamannya bukanlah sosok Kagawa yang hebat, melainkan Kagawa yang lembut dan murah hati. Kagawa yang memberi selimut satu-satunya kepada seorang pengemis di malam yang sangat dingin. Kagawa yang dipukul babak belur oleh beberapa penjudi yang memerasnya. Kagawa yang mendamaikan dua orang pemabuk yang hampir saling bacok. Kagawa yang memeluk seorang anak kecil yang menangis di depan ibunya yang terkapar karena kusta. Kagawa yang mencampur semangkok nasinya dengan air sepanci supaya nasi yang hanya sedikit itu bisa menjadi lima mangkok bubur encer untuk lima orang miskin.

Dan ironisnya, Kagawa melakukan semua ini dengan mata 70% buta sejak ia tertular trachoma.

Demikian tulis Kagawa:

Kristus ada di tengah-tengah orang hina
Ia duduk bersama para narapidana
Ia berdiri di depan pintu bersama orang-orang yang meminta sepotong roti
Kristus berbaring di antara orang sakit
Ia berdiri di barisan pengangguryang antri di depan kantor penyalur tenaga kerja
Siapa yang mau bertemu Kristus, hendaklah ia mengunjungi sel penjara sebelum ke gereja

Sebelum orang berdoa, hendaklah ia mengunjungi bangsal rumah sakit
Sebelum orang membaca Alkitab, hendaklah ia memberi makan mereka yang lapar

Jika orang sibuk membaca Alkitab namun tidak menghiraukan dan menolong mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir, ia tidak akan menemukan Kristus.

Kristus ada di antara para kuli
Kristus ada di antara orang yang renta
Kristus ada di antara mereka yang dilupakan
Kristus adalah orang yang bisa kita bantu.

Tulisan luar biasa, yang lahir dari pengalaman...bersama mereka yang terpinggirkan

1. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 152-154.
2. Kudo Eiichi. 2001. "Kagawa, Toyohiko". In A Dictionary of Asian Christianity. Scott W. Sunquist, ed. 430-431. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans.

3. Selamat Melayani Tuhan.Ismail, Andar. Jakarta:BPK Gunung Mulia.Hlm 76-81.

Rabu, 09 Maret 2011




Pemecah Teorema Terakhir Fermat

Sir Andrew John Wiles (lahir tanggal 11 April 1953) adalah matematikawan Inggris-Amerika di Universitas Princeton dengan spesialisasi di teori bilangan. Ia terkenal sebagai penemu bukti Teorema Terakhir Fermat, sebuah teka-teki matematika yang tidak terpecahkan selama lebih dari 300 tahun.


Kehidupan awal

Andrew Wiles dilahirkan di Cambridge, Inggris di tahun 1953 dan bersekolah di The Leys School, Cambridge. Konon ia tertarik dengan matematika sejak kecil dan mengenal teorema terakhir Fermat sejak berumur 10 tahun. Ia berkata bahwa membuktikan teorema tersebut merupakan impiannya sejak kecil. Ia memperoleh gelar sarjana di Universitas Oxford tahun 1974 dan gelar Ph.D. di Universitas Cambridge, 1980. Riset doktoralnya membahas aritmatika kurva elips dengan perkalian kompleks oleh metode teori Iwasawa dengan pembimbing John Coates. Selanjutnya, ia bekerja dengan Barry Mazur dalam konjektur utama teori Iwasawa pada Q dan selanjutnya menggeneralisasikan hasilnya pada medan bilangan real total.
[sunting] Membuktikan teorema terakhir Fermat
Teorema terakhir Fermat menyatakan bahwa tidak ada bilangan bulat bukan-nol yang memenuhi persamaan: xn + yn = zn dengan n bilangan bulat lebih besar dari 2.
____________________________________
Hubungan antara teori Fermat dan Taniyama-Shimura
Jika p adalah bilangan prima ganjil, dan a, b, c adalah bilangan bulat positif memenuhi ap+bp=cp, maka persamaan y² = x(x - ap)(x + bp) akan mendefinisikan sebuah kurva elips hipotetis kurva Frey, yang harusnya ada jika (dan hanya jika) teorema terakhir Fermat salah. Setelah karya Yves Hellegouarch yang pertama kali menyebutkan kurva ini, Frey menunjukkan bahwa jika kurva tersebut benar-benar ada, maka ia akan memiliki sifat-sifat yang aneh, dan mengusulkan bahwa kurva tersebut mungkin tidak memiliki bentuk modular.

Hasil kerja Andrew Wiles yang paling terkenal adalah membuktikan teorema terakhir Fermat dengan cara membuktikan teorema Taniyama-Shimura. Ia mengenal teorema terakhir Fermat sejak umur 10 tahun, dan berusaha membuktikannya dengan menggunakan buku-buku sekolah, dan akhirnya mempelajari karya-karya matematikawan yang berusaha membuktikan teorema tersebut. Saat ia memulai kuliah doktornya, ia berhenti bekerja dalam teorema ini, dan beralih ke bidang kurva elips dibawah bimbingan John Coates.

Pada 1950-an dan 1960-an, matematikawan Jepang Goro Shimura dan Yutaka Taniyama mengusulkan bahwa kurva elips dan bentuk modular terkait satu sama lain (teorema Shimura-Taniyama). Selanjutnya matematikawan Amerika, Ken Ribet, membuktikan bahwa teorema Shimura-Taniyama dan teorema terakhir Fermat adalah biimplikasi logis, yang artinya pembuktian teorema Shimura-Taniyama berarti teorema terakhir Fermat juga telah dibuktikan. Setelah mendengar hal ini, Wiles bekerja secara rahasia untuk membuktikan teorema Shimura-Taniyama. Hanya istri dan temannya, Nicholas Katz, saja yang mengetahui usahanya ini. Akhirnya Wiles membuktikan teorema Shimura-Taniyama dan konsekuensinya, membuktikan teorema terakhir Fermat dalam presentasi di Universitas Cambridge, 23 Juni 1993.
(adapt from : wikipedia)

Selasa, 08 Maret 2011



Anak Beda

Puisi ini untuk anak-anak yang berbeda
Anak-anak yang diejek dan tersisih
Anak-anak yang tak diterima
Para Marjinalis!

Puisi ini untuk anak-anak yang berbeda,
Yang penuh semangat dan pengharapan
Meski diejek
meski tak masuk hitungan

Puisi ini untuk anak-anak yang berbeda
Karena saat mereka dewasa kelak
Sebagaimana s’lalu ditunjukkan sejarah
Perbedaan itulah
Yang membuat mereka unik
Dan berharga



aKU

AKU adalah alam
dalam segenggam debu
ditiup nafas Ilahi
Jiwaku merangkum
Segala kegelisahan semesta

Dalamku ada galaksi
jutaan rasi
Dalamku ada Matahari-MATAHARI
bulan-BULAN
Busur-BUSUR pelangi
Lembaran –LEMBARAN Danau
Amukan Angin
Tirai Rebah BIRU Lautan
Ikan-IKAN YANg BekejaraN
Pulau-pulau
Kota-kota
GUBUK-GUBUK KUMUH YANG BERBARIS DI PINGGIR REL
TOILET-TOILET
Jejeran Pasar malam
LINGLUNG Deretan Mall-mall
Wajah-wajah LUGu
Janji-janji SEMU TAK TERUJI
JERIT TANGIS SI PAPA YANG TERGUSUR
TERIAK SAKIT DUAFA DITERJANG SATPOL PP

Tapi dalamku JUGA ada cinta!
YANG KINI ENTAH KEMANA ...

Minggu, 06 Maret 2011



Bab 1-
Asalnya GOD?!

*Mengenal Tuhan itu penting, tapi mengasihi-Nya jauh jauh lebih penting.
(Mat 22:37-38)*

Ada sebuah pertanyaan dari temen gue yang kayaknya rada-rada di atas normal, yang nanyain gue tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Doski nanya dengan polosnya, “Bang, tahu nggak siapa yang nyiptain Tuhan?!!!” Waktu pertama kali liat itu pertanyaan di wall facebook gue, gue syok berat. Demam dua hari, makan pun tak enak, karena di rumah nggak ada lauk apa-apa. Hehe…

Untuk pertanyaan yang sophisticated itu gue mau nyatain dua hal. Pertama, gue salut ama cowok gokil yang udah sempat-sempatnya dan cape-cape buat itu pertanyaan. Pertanyaan itu unik, bentuknya cuma sebaris, sangat menggambarkan orangnya yang simple tapi nggak banget…(+_+). Piss. Dan yang kedua, gue ngucap syukur ama Tuhan Yang Maha Pengasih yang udah biarin si pembuat pertanyaan tetep idup waktu ngajuin itu pernyataan! Hihi, becanda deh…

For Mister K yang aneh tapi yang pastinya baek hati, dengan segala kerendahan hati, akan gue coba untuk tetap tabah buat kasih jawaban terbaik yang bisa gue berikan padamu. Simak aja Yesaya 44:24, Beginilah Firman Tuhan, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; ”Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi-siapakah yang mendampingi Aku?”.

Kata kuncinya adalah seorang diri! Alone, no one else beside HIM! Kalo kita liat ayat itu maka sudah sepatutnya kita ‘ngeh’ siapa yang ngomongin ayat itu; TUHAN sendiri. Disitu GOD sendiri bilang kalo Dia cuma seorang diri waktu nyiptain langit dan bumi, nggak pake pasukan pengawal, nggak pake asisten ato sekretaris, dan pastinya waktu itu juga nggak ada pribadi semacam Papa or Mama’ yang bantuin Dia buat ngebentuk segala sesuatunya, yang nasehatin Dia waktu milih bentuk bumi itu bagusnya bulet mirip bakso Malang or pipih lonjong kayak pempek Palembang, yang mutusin warna langit itu biru atau coklat, manusia itu bagusnya hidungnya satu atau dua, gajah baiknya punya sayap atau nggak, dan seterusnya…

Buat Mr.K, sebenarnya kamu nggak sendiri kok. Waktu masih remaja, polos dan lugu dulu, gue juga pernah ngajuin pertanyaan yang hampir sama., hanya saja nadanya agak beda kayak gini, “Hmm, sebelum Tuhan nyiptain langit dan bumi kira-kira kesibukan Dia ngapain aja sih?” Dan ternyata eh ternyata, beberapa waktu kemudian di sebuah surat kabar lokal ada dimuat pernyataan seorang uskup yang bilang kepada seorang pemuda yang nanyain pertanyaan sama persis ama pertanyaan gue, “Tuhan udah nyiptain neraka buat orang-orang yang ngajuin pertanyaan semacam itu!” Duh,duh,galak banget yah…

Satu lagi ayat pamungkas dari Alkitab adalah Wahyu 22:13, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Yang Awal, jadi jelas kalo Our Almighty God have no parent. Jelas toh? Masih kurang jelas dan puas? Tanyakan langsung pada-Nya dalam doa-doamu, pasti Dia akan menjawabnya dengan senang hati.

Kata Pengantar Bukuku

Di dalam kehidupan seorang manusia, masa muda adalah masa-masa yang paling dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, mulai dari yang paling masuk akal sampai yang paling masuk…rumah sakit jiwa! Hehe, maksudnya yang paling nggak masuk akal.

Seorang sahabat gue, yang ahli farmasi, pernah membagi impiannya ama gue di waktu senggang, soal obat awet muda yang bisa bikin dia tetep punya peluang buat daftar jadi koper boy di usia 79 tahun! Ada juga temen cewe yang frustasi dan lagi bingung ama sikap cowoknya, terus malah nanya dengan muka setengah putus asa,“Ada nggak sih ya sejenis teropong yang bisa dipake buat ngintip hati cowok?” Waduh,Bu,kalo yang satu itu gue juga mau, tapi yang bias buat ngelihat hatinya cewek!” Ngerinya lagi, tukang warung depan tempat gue kerja malah pernah request ke gue kalo-kalo ada obat aman yang bisa dipake buat suicide alias bunuh diri.Hiii, obat aman kok buat begituan…Itu mah namanya obat kagak aman kaleee, Mas!

Itu daftar pertanyaan ngeri yang berbau fiksi. Kalo yang nonfiksi nggak jauh-jauh dari nanyain soal bakat, bidang kerja yang tepat, soal pasangan hidup, masalah ayat Alkitab, soal pergumulan hidup yang tiada abis-abisnya, sampe soal teka-teki; nah kalo yang satu ini favorit gue, soalnya enak buat ngasih jawabnya, nggak perlu mikir-mikir serius karna nggak ngaruh ama hidup gue dan keterjaminan masa depan dunia! =)

Buku ini berisi 13 pertanyaan yang terbesar dan terbingung yang pernah sahabat-sahabatku, baik di dunia maya (facebook,dll) maupun di dunia nyata ajukan. T’rus k’napa jumlahnya harus 13? Ya, bagiku tak ada angka yang sial. Singkat kata bukankah 100 itu adalah 13 dikali 7 ditambah 9? Hehe, nggak nyambung ya? Semoga menjadi berkat serupa lilin kecil di tengah gelap sendunya hidup.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.Amin.

Rabu, 02 Maret 2011

Mata Manusia

Kenapa manusia tidak dapat melihat Tuhan? Tanyaku dalam luka
Dan angin menjawab,
”Karena semesta hidup dan bergerak
di bawah lengkungan telapak kaki Tuhan”

Kehampaan,
yang melanda dan merangkum segalanya dalam gelap tanya
begitu luas
begitu besar

Kaki Tuhan terus melangkah
Tiap detik tiap saat
Dan kita masih saja terus bertanya,” Dimanakah Tuhan?
Dimanakah Tuhan?”
Sementara hati terus saja berteriak,
” Hey, dimanakah jiwamu kini berada?”
Masih berada di bawah kaki-Nya
dan terus melangkah
Atau tertinggal
Dalam buaian masa lalu sang waktu

(2004)




Matahari Kehidupan

Musim dingin di hatiku
Di balik jendela jiwa kutatapi
Ribuan butir salju perlahan jatuh berderai
Kemanakah perginya api semangat
Yang dulu pernah hangatkan hidup
Yang kini kian meredup?

Kutelusuri lorong-lorong kebimbangan yang sunyi
Kucoba gapai titik cahaya di akhir perjalanan
Cahaya sejati
Dimanakah boleh kutemukan?

O Matahari Kehidupan, berikan sekali lagi gerak gairah kehidupan
Jangan biarkan jiwaku mendingin abadi
Tuhan...Tuhanku...
Teruslah bersinar
Terangi hari-hari gelapku
Penuhi tiap sudut terpencil dalam hidupku
Yesus...Yesusku...
Kusebut nama-Mu bagai mantra ajaib
Yesus....Yesusku...
Matahari Kehidupan.

(Bekasi,2005)

Cherenkov Radiation



You’ve probably never seen the inside of a nuclear reactor, but the shock wave of blue light (called Cerenkov radiation) is analogous to a more familiar phenomenon – the sonic boom.
What is Cerenkov radiation?

Example of Cerenkov radiation (Reed reactor).

Cerenkov radiation is a bluish light or flash frequently seen in nuclear reactors where water is used as a moderator. Pavel Cerenkov discovered Cerenkov radiation in 1934, while he was studying the effects of radioactive substances on liquids. He noticed that water surrounding certain radioactive substances emitted a faint blue glow.

Why does it happen?

Cerenkov radiation occurs when charged particles like electrons are moving faster than the speed of light in a particular medium. A shock wave is generated in much the same way as the more familiar sonic boom created by supersonic airplanes. When an airplane travels through the air, the wings push the air in front of them out of the way. If the airplane is travelling faster than the speed of sound, the air cannot move out of the way fast enough. This creates a sudden, intense pressure drop that moves away from the wing at the speed of sound, just like the wake behind a boat. We experience this pressure front as a loud noise (known as a sonic boom) heard after the airplane has passed overhead.

The electrically charged particles that make up high-energy radiation are surrounded by an electric field. As these charged particles move through a medium, the electric field moves with them. The electric field is propagated by photons, so it can only move at the speed of light within that medium. When a charged particle travels at speeds less than the speed of light for the medium, these photons tend to cancel each other out and no light is seen. However, if a charged particle travels faster than the speed of light in that medium, it “gets ahead” of its electric field. Photons are emitted with a slight lag, allowing them to escape without interfering with each other. The shock wave is in the form of light rather than sound, seen as a flash of blue light for a single particle, and as a faint glow for a continuous flow of particles.

While no particle can exceed the speed of light in a vacuum (3.0 x 108 m/sec), it is possible for a particle to travel faster than light in certain media, such as water. The speed of light in a particular medium is related to the speed of light in a vacuum and the refractive index of the medium. Most Cerenkov radiation is in the ultraviolet spectrum, but part of the energy is visible light and is seen as a blue glow.

Why is the light blue in water?

Water is intrinsically blue because of its selective absorption of the red end of the spectrum. One explanation of the Cerenkov effect in water is that the atoms in the water become excited by the Cerenkov shock wave and then de-excite, emitting blue light.

Another possible explanation is that the number of photons emitted by such a charged particle is inversely proportional to wavelength. This would mean that more photons are emitted with shorter wavelengths, thereby moving the spectrum to the blue side.
How can we apply the Cerenkov effect?

Cerenkov radiation can be used to facilitate the detection of low concentrations of biomolecules. Enzymatic and synthetic methods are used to introduce radioactive atoms. The Cerenkov effect allows researchers to detect these at low concentrations. This method is used to study biological pathways and to characterize the interaction of biological molecules (such as affinity constants and dissociation rates).

In nuclear reactors, Cerenkov radiation is used to detect high-energy charged particles, and is also used to characterize the remaining radioactivity of spent fuel rods.

Astronomers use Cerenkov radiation to study the properties of high-energy objects in space that emit gamma rays, such as supernova remnants and blazars. The effect is also used to determine the source and intensity of cosmic rays. In experimental particle physics, Cerenkov radiation is used for particle identification.

Jumat, 25 Februari 2011




Indah Salib-Mu

Tak banyak yang kumengerti
Segala tentang diri-Mu
Asa, cita, dan pengharapan-Mu
Jauh di luar batas pikirku

Apa yang t’lah kumengerti
Indah semua cara-Mu
Senyum. Tangis, dan ego tingkahku
Semuanya.
Engkau yang baharui

Di bawah kaki salib-Mu
Kubersujud
Sadar betapa besar kasih-Mu bagiku
Terentang tangan-Mu
Kepadaku
Raih hatiku dengan hangatnya sapa-Mu
Kini Kutahu ada satu makna terindah
Hanya Kau Tuhan Penolong Hidupku

Rabu, 23 Februari 2011



Martin Luther King Jr Dan Konsep Kepemimpinannya


Apakah yang menjadikan seseorang pemimpin yang besar?
Martin Luther King Jr, Sang Peraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1964 punya jawabannya pada salah satu khotbahnya yang dahsyat di awal tahun 1968.

"Everybody can be great, because everybody can serve.
You don't have to have a college degree to serve.
You don't have to have to make your subject and your verb agree to serve.
You don't have to know about Plato and Aristotle to serve.
You don't have to know Einstein's "Theory of Relativity" to serve.
You don't have to know the Second Theory of Thermal Dynamics in Physics to serve.


You only need a heart full of grace,
a soul generated by love,
and you can be that servant."

Orang menjadi besar karena mereka bisa melayani.
Tidak perlu gelar.
Tidak perlu menguasai pengetahuan yang luar biasa.
Melainkan hanya hati...hati yang penuh sukacita, dan jiwa yang dipenuhi kasih.

Siapa Martin Luther King ?

Penerima Nobel Perdamaian termuda yang memperjuangkan persamaan hak warga kulit hitam di Amerika Serikat. Didasarkan pada prinsip perjuangan dari Mahatma Gandhi,ia memilih jalan anti kekerasan.

Malam itu, 4 April tahun 1968. Martin Luther King sedang berdiri di balkon lantai 2 Lorraine Motel di Memphis, Amerika. Di motel itu ia dan para pejuang keseteraan lainnya menginap, sebelum berpidato dalam sebuah unjuk rasa akbar untuk kesetaraan.

Namun sebutir peluru mengubah segalanya. Peluru itu bersarang menembus kepalanya. Ia tersungkur dan dinyatakan tewas sejam kemudian.

Salah satu yang paling terkenal dari Martin Luther King adalah pidatonya yang kemudian dikenang sebagai pidato Saya Bermimpi atau I have a dream:

“Saya bermimpi. Suatu mimpi yang berakar dalam di mimpi Amerika sendiri. Saya bermimpi, suatu hari bangsa ini akan bangkit dan menghidupkan arti sejati dari asasnya: Kami meyakini kebenaran-kebenaran ini tanpa syarat: bahwa semua manusia diciptakan setara.”

Pidato ini diucapkan di Washington di hadapan lebih dari seperempat juga orang, pada 28 AGustus 1963. “I have a Dream” disebut-sebut sebagai salah satu pidato paling inspiratif untuk perubahan sosial politik umat manusia.

“Saya bermimpi bahwa ke-empat anak saya suatu hari akan hidup di suatu negara yang di dalamnya mereka tidak dinilai dari warna kulit mereka melainkan dari kepribadian dan watak mereka.”

Martin Luther King dilahirkan 15 Januari 1929 di sebuah keluarga pendeta Protestan Hitam Amerika. Ia dengan cepat terlibat dalam gerakan pembebasan hak kulit hitam sejak awal. Ia mulai dikenal luas sejak memimpin apa yang disebut sebagai gerakan Bokot Bis Alabama pada tahun 1955. Pemicunya adalah penangkapan terhadaop Rosa Parks, seorang perempuan kulit hitam yang menolak ketika diminta memberikan tempat duduk di sebuah bis kepada seorang lelaki kulit putih.

Saat itu di Alabama dan banyak kota lain Amerika, masih berlaku politik pemisahan berdasar warna kulit. Para penumpang kulit hitam hanya boleh duduk di bagian belakang bis. Martin Luther King mempimpin protes penangkapan itu dalam gerakan Bokot Bis Alabama. Dan inilah salah satu awal dari suatu langkah besar gerakan kesetraaan hak warga kulit hitam Amerika.

“Tak akan ada waktu istirahat, tiada pula ketenangan bagi Amerika. Sampai orang-orang kulit hitam mendapatkan hak-hak kewarganegaraan mereka sepenuhnya. Topan perubahan akan terus mengguncang fondasi Amerika, hingga fajar keadilan menjelang.”

Selama hidupnya, Martin Luther King hidup dari satu serangan ke serangan lain, dari ancaman ke ancaman lain. Nyawanya selalu berada di ujung maut. Sampai hari itu benar-benar tiba. Polisi menangkap James Earl Ray yang kemudian mengaku sebagai pembunuh Martin Luther King. Namun kendati dihukum 99 tahun, kasus ini tak pernah terungkap jelas. Begitu banyak teori konspirasi berseliweran. Terutama didasarkan kenyataan, bahwa Dinas Rahasia Amerika terus menerus mengintai Martin Luther King dari waktu ke waktu.

Kematian Martin Luther King 4 April 1968 berbuntut amuk rakyat kulit hitam di sekitar 100 kota besar Amerika. Amukan yang pasti akan dikecam keras Martin Luther King sendiri kalau ia masih hidup. MLK, demikian ia sering dipanggil, secara sadar memilih cara anti kekerasan sebagai bentuk perjuangannya. Didasarkan pada prinsip perjuangan dari Mahatma Gandhi. Pilihan ini membuatnya dianugerahi hadiah Nobel perdamaian tahun 1964. Dan ia menjadi penerima hadiah Nobel termuda dalam sejarah.

Sayang, banyak kalangannya yang terlampau tak sabar, dan lebih tertarik dengan kekerasan yang sepintas tampak seakan menjanjikan perubahan cepat. Padahal Martin Luther King membuktikan, gerakan kekerasan tak membawa hasil. Hanya gerakan tanpa kekerasan yang membuahkan hasil nyata dan langgeng. Kendati perjuangannya pun makan waktu lama.

“Jalankan terus gerakan ini. Gulirkan terus gerakan ini. Terlepas dari semua kesulitan yang harus dihadapi, dan kita akan menghadapi kesulitan lain lagi. Datanglah terus. Bergeraklah terus. Jika engkau tak bisa terbang, berlarilah. Jika engkau tak bisa berlari, berjalanlah. Jika tak mampu berjalan, merangkaklah. Yang penting, dengan segala cara, teruslah bergerak.”

Berikut ini adalah pidato lengkapnya dalam bahasa inggris :

I have a dream that one day on the red hills of Georgia the sons of former slaves and the sons of former slaveowners will be able to sit down together at a table of brotherhood.

I have a dream that one day even the state of Mississippi, a desert state, sweltering with the heat of injustice and oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.

I have a dream that my four children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.

I have a dream today. I have a dream that one day the state of Alabama, whose governor’s lips are presently dripping with the words of interposition and nullification, will be transformed into a situation where little black boys and black girls will be able to join hands with little white boys and white girls and walk together as sisters and brothers.

I have a dream today. I have a dream that one day every valley shall be exalted, every hill and mountain shall be made low, the rough places will be made plain, and the crooked places will be made straight, and the glory of the Lord shall be revealed, and all flesh shall see it together.

This is our hope. This is the faith with which I return to the South. With this faith we will be able to hew out of the mountain of despair a stone of hope. With this faith we will be able to transform the jangling discords of our nation into a beautiful symphony of brotherhood.

With this faith we will be able to work together, to pray together, to struggle together, to go to jail together, to stand up for freedom together, knowing that we will be free one day.This will be the day when all of God’s children will be able to sing with a new meaning, “My country, ’tis of thee, sweet land of liberty, of thee I sing. Land where my fathers died, land of the pilgrim’s pride, from every mountainside, let freedom ring.”

And if America is to be a great nation this must become true.
So let freedom ring from the prodigious hilltops of New Hampshire.
Let freedom ring from the mighty mountains of New York.
Let freedom ring from the heightening Alleghenies of Pennsylvania!
Let freedom ring from the snowcapped Rockies of Colorado!
Let freedom ring from the curvaceous peaks of California!But not only that;
let freedom ring from Stone Mountain of Georgia!
Let freedom ring from Lookout Mountain of Tennessee!
Let freedom ring from every hill and every molehill of Mississippi.

From every mountainside, let freedom ring. When we let freedom ring, when we let it ring from every village and every hamlet, from every state and every city, we will be able to speed up that day when all of God’s children, black men and white men, Jews and Gentiles, Protestants and Catholics, will be able to join hands and sing in the words of the old Negro spiritual, “Free at last! free at last!

thank God Almighty, we are free at last!”

Sumber : http://www.dw-world.de